Akreditasi Sebagai Bentuk Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi

Akreditasi institusi perguruan tinggi adalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh tim asesor yang terdiri atas pakar sejawat dan/atau pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi. Keputusan mengenai mutu didasarkan pada evaluasi dan penilaian terhadap berbagai bukti yang terkait dengan standar yang ditetapkan dan berdasarkan nalar dan pertimbangan para pakar sejawat. Bukti-bukti yang diperlukan termasuk laporan tertulis yang disiapkan oleh institusi perguruan tinggi yang diakreditasi, diverifikasi dan divalidasi melalui kunjungan atau asesmen lapangan tim asesor ke lokasi perguruan tinggi.

BAN-PT adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tujuan dan manfaat akreditasi institusi perguruan tinggi adalah sebagai berikut.

  1. Memberikan jaminan bahwa institusi perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar.
  2. Mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi
  3. Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi yang lain.

Mutu institusi perguruan tinggi merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses dan keluaran atau layanan institusi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan oleh BAN-PT. (Sumber : Buku I Naskah Akademik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi – BAN PT Jakarta 2011)

Sikap Perguruan Tinggi (PT) dalam memaknai akreditasi ternyata masih ada yang merasa takut dan khawatir. Akreditasi masih dipandang sebagai kontrol dan pengawasan pemerintah terhadap PT. Ada pula PT yang memaknai akreditasi hanya sebatas untuk memenuhi kewajiban. Padahal, akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem penjaminan mutu eksternal PT, dan dari akreditasi itu pula PT bisa lebih memacu dirinya serta mengambil peluang untuk meningkatkan mutu perguruan tingginya.

Menurut Prof. Dr. Muslimah Widiastuti sebagai narasumber dalam Workshop Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rabu (20/11/2013), akreditasi institusi itu sebenarnya memiliki banyak tujuan dan manfaat. Akreditasi itu salah satunya ditujukan untuk mendorong perbaikan mutu program studi secara berkelanjutan. Dan hasil akreditasi bisa digunakan sebagai dasar untuk berbagai hal, seperti alokasi dana, bantuan dana dari luar, atau pun transfer kredit. “Selain itu juga untuk membantu PT melakukan penjaminan mutu, sebagai pertanggungjawaban publik PT, pembekuan kredit akademik untuk memudahkan mobilisasi mahasiswa. Bahkan akreditasi itu juga bertujuan untuk menjadi bahan pertimbangan penerimaan pegawai, pengakuan ijazah dan kompetensi internasional, dan sebagai dasar sertifikasi atau lisensi, serta bahan masukan untuk evaluasi kualitas PT.

Akreditasi juga bisa memberikan manfaat pada semua pihak, baik itu pemerintah, calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja nasional maupun internasional, organisasi penyandang dana, dan bagi perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan. Melalui akreditasi, pemerintah bisa lebih mudah menjamin mutu PT dan tenaga kerja yang lulus dari PT yang sudah terakreditasi. Selain itu juga pemerintah bisa mendapatkan informasi mengenai PT untuk menentukan beasiswa atau hibah yang akan diberikan bagi institusi dan mahasiswanya.

“PT yang sudah terakreditasi juga menjadi media informasi bagi para calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja, dan organisasi penyandang dana mengenai kualitas PT serta lulusannya. Dan manfaat bagi PT yang bersangkutan, mereka akan mendapatkan informasi untuk lebih meningkatkan kualitas dan perencanaan akademiknya. Mereka juga akan lebih mudah menjaring kemitraan dengan institusi lain dari dalam maupun luar negeri,”.

Bagaimana dengan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi pada saat ini ? Berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari web akreditasi BAN-PT di http://ban-pt.kemdiknas.go.id/diraipt.php (29-12-2015, 12.00WIB) bahwa jumlah Perguruan Tinggi yang telah terakreditasi institusinya ada sebanyak 852 Perguruan Tinggi baik Swasta maupun Negeri. Sedangkan Perguruan Tinggi yang berada di wilayah Kopertis XI Kalimantan yang telah terakreditasi institusinya ada sebanyak 71 Perguruan Tinggi (Swasta maupun Negeri) dengan peringkat akreditasi hanya C dan B saja. Dari 71 PT di lingkungan Kopertis Wilayah XI Kalimantan Tersebut hanya ada sebanyak 10 Perguruan Tinggi yang telah terakreditasi institusinya di wilayah Kalimantan Tengah, 6 PT berada di Kota Palangka Raya dan 4 lainnya berada di Kabupaten. Kesepuluh perguruan tinggi tersebut adalah :

  1. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sampit (329/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2014 Tanggal 30 Agustus 2014)
  2. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangkaraya (179/SK/BAN-PT/Akred/PT/IV/2015 Tanggal 10 April 2015)
  3. Sekolah Tinggi Agama Islam Kuala Kapuas (427/SK/BAN-PT/Akred/PT/V/2015 Tanggal 15 Mei 2015)
  4. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai Palangkaraya (554/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2015 Tanggal 22 Juni 2015)
  5. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (577/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2015 Tanggal 22 Juni 2015)
  6. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dahani Dahanai Buntok (661/SK/BAN-PT/Akred/PT/VII/2015 Tanggal 04 Juli 2015)
  7. Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Bunga Bangsa Palangkaraya (746/SK/BAN-PT/Akred/PT/VII/2015 Tanggal 10 Juli 2015)
  8. Politeknik Muara Teweh (805/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2015 Tanggal 07 Agustus 2015)
  9. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Palangkaraya (861/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2015 Tanggal 21 Agustus 2015)
  10. Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya (894/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2015 Tanggal 21 Agustus 2015)

Dengan demikian sepuluh perguruan tinggi tersebut yang telah dinilai oleh BAN-PT yang berarti bahwa baru ada sepuluh PT yang ada di Kalimantan Tengah yang telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar. Semoga artikel ini dapat memacu semua pengelola Perguruan Tinggi khususnya di Kalimantan Tengah untuk meningkatkan standar mutu yang telah dilaksanakannya terkhusus lagi bagi almamater tercinta STMIK Palangkaraya, Kampus Bebas Narkoba Pertama di Kalimantan Tengah dengan semboyannya “Kuliah Beneran, Benar-Benar Kuliah”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *