Author Archives: Abdi Dwi Nugraha

LLDIKTI XI Dorong PTS Manfaatkan Media Sosial

Tidak dapat disangkal penggunaan medsos sekarang ini tidak hanya ditujukan untuk bersosialisasi di dunia maya, tetapi juga digunakan sebagai media penyampaiaan informasi. Berdasarkan fakta tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Prof. Dr. H. Idiannor Mahyudin, M.Si. mendorong PTS yang berada di bawahnya untuk ikut memanfaatkan media sosial dalam penyebaran berita mengenai institusinya masing-masing melalui kegiatan Workshop Kehumasan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lingkungan LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan pada hari Sabtu, 22 September 2018 yang lalu. Kegiatan ini bertujuan agar pengelola kehumasan di PTS lingkungan LLDIKTI XI dapat mengoptimalkan penyampaian informasi kepada masyarakat pada media online/website dan media sosial yang ada.

Acara yang diselenggarakan di Aquarius Boutique Hotel Palangkaraya ini dihadiri oleh perwakilan dari PTS Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara dan dibuka langsung oleh Kepala LLDIKTI WIlayah XI Kalimantan. “Masyarakat luar perlu untuk mengetahui perkembangan kampus, bagaimana proses belajar mengajar, bagaimana visi misi, apa saja prestasi yang berhasil diperoleh, serta bagaimana pelayanan kampus. Semuanya harus diinformasikan melalui bagian kehumasan, dapat diinformasikan melalui website kampus, ataupun akun-akun media sosial kampus. Dan setiap Perguruan Tinggi wajib memiliki akun media sosial resmi” ungkapnya dalam sambutan pembukaan.

Zainal Abidin, Kepala Biro Antaranews Palangka Raya selaku narasumber menyampaikan bahwa apa yang diberitakan tidak harus kegiatan formal. “Sebarkanlah berita-berita kampus melalui media sosial yang ada, karena penggunaan media sosial memang sangat efektif untuk menyampaikan informasi. Apa yang menjadi berita itu tidak harus kegiatan formal, bisa saja kegiatan-kegiatan kampus yang lain. Yang terpenting kita harus bisa menentukan judul berita yang menarik minat orang lain untuk membacanya, tanpa harus mengurangi relasinya dengan isi berita itu sendiri.” ujarnya.

Pada sesi 2, yang menjadi narasumber adalah Musyafi’, Pimpinan Redaksi Banjarmasin Post. Dia mengatakan bahwa sekarang penggunaan gadget smartphone lebih besar dibanding penggunaan komputer/laptop dalam mengakses internet. “Setiap pemberitaan melalui internet harus ramah mobile, karena pengguna/pengunjung internet kebanyakan adalah pengguna smartphone. Sesuaikan resolusi gambar, ukuran huruf, jenis huruf untuk keperluan mobile”. sampainya. “Dalam menyampaikan berita melalui media sosial, sampaikankan informasi berupa infografis, foto-foto kegiatan berserta captionnya, dan video kegiatan berserta subtitlenya.” sambungnya lagi.

Pengumuman: Daftar Peserta Kelas Tambahan 20181

Kepada mahasiswa yang mendaftarkan diri untuk kelas tambahan, berikut daftar nama peserta, nama dosen dan jadwal perkuliahannya.

Silahkan download disini : Daftar Peserta Kelas Tambahan

Pengumuman : Pengumuman Kelas Tambahan *update*

OMB: Pancasila, Satu-Satunya Ideologi Bangsa

Di era saat ini, ada beberapa kalangan mensinyalir jika patriotisme generasi muda mengalami degradasi. Indikatornya adalah seringnya dijumpai generasi muda yang tidak paham sejarah bangsa, tidak memahami dasar dan lambang negara serta hal-hal lain.

Menyikapi hal tersebut, maka perlu ditempuh langkah kongkrit dan bijak untuk menjawabnya. Sebagaimana yang dilaksanakan STMIK Palangkaraya beberapa waktu yang lalu, tepatnya ketika penyelenggaraan kegiatan Outbound Manajemen Brainware (OMB) bagi mahasiswa baru.

Pada kegiatan itu juga diisi pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara. Bertindak selaku pemateri adalah Kapenrem 102/Pjg, Mayor Inf. Mahsun Abadi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapenrem menyempaikan materi dengan judul “Ideologi, nasionalisme dan karakter bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI”. “Hal yang paling krusial bagi kita sebagai bangsa yang majemuk adalah menjaga dan merawat kebhinekaan. Untuk menjadi kekuatan sebagai sebuah bangsa yang besar”, ujar Kapenrem.

“Oleh karena itu, mari kita¬† teguhkan tekad untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bagi bangsa dan negara kita, Indonesia”, sambungnya.

Selain itu, Kapenrem juga menekankan bahwa setelah berakhirnya perang dingin, perang karena ideologi telah kehilangan bentuk. Yang tersisa adalah perang lain yang dibungkus dengan ideologi. “Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda penerus bangsa jangan mudah terprovokasi dengan persoalan-persoalan yang dibungkus ideologi agama. Sebab hal itu yang akan memecah belah bangsa” tegasnya.

Diakhir penyampaian materi, Kapenrem mengajak seluruh mahasiswa yang mengikuti OMB untuk menancapkan cita-cita dan fokus untuk mewujudkannya, yaitu belajar tekun, kerja keras, pantang menyerah dan jalani hidup secara positif. Begitu juga sesuai aturan norma, baik agama maupun masyarakat.

Mewakili sivitas akademika STMIK Palangkaraya, Bapak Bayu Pratama Nugroho, S.Kom., MT., mengaku sangat berterimakasih dam memberikan penghargaan yang tinggi, atas pemberian materi wawasan kebangsaan dan bela negara.

OMB: Mahasiswa Baru STMIK Palangkaraya Ikuti Pengenalan Kampus

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Palangkaraya menggelar pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Sebanyak 223 mahasiswa mengikuti aktivitas-aktivitas pengenalan kampus hingga mengikuti kegiatan outbound.

Meskipun kegiatan pengenalan kampus sama dilakukan di seluruh pendidikan tinggi, namun STMIK Palangkaraya mempunyai beberapa inovasi. Inovasi itu mendapat arahan beberapa instansi dan pihak yang bekerjasama langsung dengan pihak kampus untuk membuat pengenalan yang berbeda dari yang lain.

Ketua STMIK Palangkaraya, Bapak Suparno, M.Kom., mengungkapkan kegiatan outbound dan pengenalan kampus adalah kegiatan yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru yaitu bertujuan untuk mengenalkan lingkungan kampus. “Selain dari kampus, beberapa instansi pemerintah seperti Kesbangpol, Korem, BNN, hingga instansi yang sudah kerjasama dengan kita ikut terlibat”, ungkap Bapak Suparno, M.Kom.

Tidak hanya itu, instansi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) juga turut menjadi pembicara untuk mahasiswa yang mengikuti kegiatan. Apalagi sertifikasi LSP tersebut menjadi salah satu unggulan yang dimiliki oleh mahasiswa STMIK Palangkaraya. “Sertifikasi itu akan dimiliki oleh seluruh mahasiswa, dimana persaingan dunia kerja akan dicari sertifikat tersebut agar bisa bersaing di dunia kerja sesuai dengan keahlian mereka miliki selama menimba ilmu di STMIK Palangkaraya”

Kembali kepada kegiatan tersebut, tidak hanya outbound saja yang diadakan melainkan beberapa kegiatan yang mengasah keterampilan dan kerjasama selama empat hari. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan matrikulasi untuk memperkenalkan dasar keterampilan dalam bidang komputer.

Tidak hanya itu, jumlah mahasiswa baru yang mendaftar juga mengalami peningkatan. Hal ini didasari tahun ini kampus STMIK Palangkaraya harus menampung enam kelas, dimana sebelumnya hanya lima kelas. “Ini menjadi sesuatu hal yang disyukuri kami semuanya, selain itu dari program studi di STMIK Palangkaraya juga lengkap, sehingga menjadi acuan paca calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan disini” ungkap Ketua.

Pengumuman: Perpanjangan Pengisin KRS

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa, bahwa pengisian KRS diperpanjang sampai dengan tanggal 04 September 2018.

Apabila terdapat mahasiswa yang belum melakukan pengisian KRS setelah tanggal tersebut, maka akan dinyatakan sebagai mahasiswa nonaktif pada semester berjalan.

Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Palangka Raya, 29 Agustus 2018

ttd

Bagian Akademik

UKM KSR PMI Unit STMIK Palangkaraya Peduli Korban Gempa Lombok

Minggu, 5 Agustus 2018 pada petang hari, masyarakat kota Lombok – Nusa Tenggara Barat (NTB) dikagetkan dengan gempa berkekuatan 7 skala Richter. Diberitakan bahwa dalam musibah tersebut menelan korban jiwa yang tidak sedikit, diperkirakan lebih dari 300 orang meninggal dan korban luka-luka lebih dari 1.000 orang.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah-masalah sosial yang dihadapi bangsa, mahasiswa STMIK Palangkaraya melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Suka Relawan-nya (UKM-KSR) dikoordinasikan oleh Ibu Elok Faiqatul Himmah, S.Si., M.Sc. sebagai dosen pembimbing UKM-KSR STMIK Palangkaraya mengadakan pertemuan dengan anggota UKM-KSR membahas penggalangan dana guna membantu meringankan beban bagi masyarakat Lombok korban gempa.

Rencana penggalangan dana tersebut langsung ditanggapi oleh Kasubag. Kemahasiswaan dan Alumni Ibu Sherly Jayanti, S.Kom., M.T. dengan menyampaikan surat ijin penyelenggaraan kegiatan tersebut kepada Ketua STMIK Palangkaraya yang langsung disetujui mengingat kegiatan tersebut adalah bentuk solidaritas dari mahasiswa sebagai warga negara yang merasa terpanggil untuk memberikan bantuan bagi korban dalam musibah tersebut.

Penggalangan dana oleh UKM-KSR STMIK Palangkaraya berlangsung selama dua hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, 11-12 Agustus 2018. Lokasi aksi penggalangan dana tersebut difokuskan di Bundaran kecil Palangkaraya sejak pukul 13.00 – 17.00 WIB dan di Bundaran Besar Palangkaraya pada saat Car Free Day sebagai kegiatan rutinitas warga Palangkaraya sejak pukul 05.00 – 07.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan lagi penggalangan dana di Bundaran Kecil sejak pukul 09.00-10.30 WIB. Demikian juga penggalangan dana dilakukan pada saat berlangsungnya kegiatan OMB di STMIIK Palangkaraya selama 4 hari yaitu pada tanggal 14-17 Agustus 2018 dengan sasaran calon mahasiswa baru, panitia OMB serta dosen dan karyawan STMIK Palangkaraya. Setelah aksi penggalangan dana tersebut diperoleh hasil sejumlah Rp 2.951.000,-.

Dana yang terkumpul itu diserahkan langsung oleh perwakilan pengurus UKM-KSR STMIK Palangkaraya ke Markas Palang Merah Indonesia Kota Palangka Raya yang diterima langsung oleh Pengurus Markas PMI Kota Palangka Raya, Sdr. Subahan, S.H.

Semoga kegiatan ini menjadi pioner untuk kegiatan-kegiatan kemanusian bagi UKM-KSR STMIK Palangkaraya dan sebagai motivator bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan lainnya bagi UKM-UKM di lingkungan STMIK Palangkaraya. Tak kalah pentingnya semoga sumbangan yang telah diberikan oleh masyarakat kota Palangka Raya bernilai pahala bagi penyumbang dan dapat memupuk rasa solidaritas dan kepekaan sosial yang tinggi bagi pribadinya.