Author Archives: Pharnho

STMIK Palangkaraya Menerima Kunjungan Kerja Wantimpres Republik Indonesia

Hari Selasa tanggal 23 Juli 2019 yang lalu merupakan hari yang  bersejarah bagi Seluruh Sivitas STMIK Palangkaraya, karena pada tanggal tersebut STMIK Palangkaraya mendapatkan kunjungan resmi dari Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) beserta rombongan tim kajian. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja Ketua Wantimpres Ibu Prof. Dr. Sri Adiningsih di Palangkaraya yang jadwal kunjungan kerja tim tersebut dimulai dari tanggal 21 – 23 Juli 2019.

Kunjungan kerja Ketua Wantimpres ke kampus STMIK Palangkaraya yang bertemakan “Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Indonesia di Era Digital” ini dimulai pada pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00 WIB dan bertempat di Aula STMIK Palangkaraya dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah.Dalam kunjungan kerja ini, Ketua STMIK Palangkaraya berkesempatan menyampaikan paparan tentang STMIK Palangkaraya mulai sejarah awal, visi, misi hingga tantangan yang dihadapi dikemas dalam tema “Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Indonesia di Era Digital” yang ditinjau dari sudut pandang lembaga sebagai Institusi Penyelenggara Pendidikan Tinggi bidang Informatika di Palangkaraya. Beliau juga menyampaikan bahwa STMIK Palangkaraya dalam perjalanannya mempunyai beberapa program inkubator digital sebagai salah satu kegiatan inkubasi bisnis yang digagas oleh mahasiswa dan dosen yang ada meskipun startup digital tersebut gagal menjadi program program inkubasi bisnis dikarena kendala-kendala yang dihadapi diantaranya belum memiliki pengalaman dan belum adanya mentoring dari inkubasi bisnis yang sudah mapan.

TOT Pendidikan Anti Korupsi

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan adalah satu-satunya LLDIKTI yang pertamakali menginisiasi tentang penyelenggaraan TOT Pendidikan Anti Korupsi bagi dosen di perguruan tinggi wilayah Kalimantan, hal tersebut disampaikan oleh Bapak Masagung  Dewanto tim dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan TOT Pendidikan Anti Korupsi di Hotel Aquarius Palangkaraya tanggal 26 Juni 2019 lalu. Kegaitan TOT Pendidikan Anti Korupsi  bagi dosen perguruan tinggi merupakan rangkaian terakhir yang digelar pada empat wilayah provinsi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah XI setelah dilaksanakan di Balikpapan, Banjarmasin dan Pontianak.

Kegaitan ini diikuti oleh sebanyak 42 (empat puluh dua) dosen sebagai pesertanya  yang berasal dari 22 (dua puluh dua) perguruan tinggi di Kalimantan Tengah, kegiatan dibuka oleh Sekretaris LLDIKTI Wilayah XI, Bapak Dr. Muhammad Akbar, M.Si. yang dalam sambutannya Beliau menyampaikan bahwa salah satu cara pemberantasan korupsi adalah melalui pendidikan tinggi atau jalur akademik.

Lebih lanjut Sekretaris LLDIKTI Wilayah XI menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal kita sebelum adanya peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang akan mewajibkan Pendidikan Anti Korupsi menjadi matakuliah pada perguruan tinggi. Pendidikan Anti Korupsi yang akan diimplementasikan pada pendidikan tinggi merupakan salah satu cara pemerintah untuk pemberantasan korupsi. Pak Akbar (sapaan akrab Sekretaris LLDIKTI Wilayah XI) juga menyampaikan bahwa pada beberapa mata kuliah yang telah diajarkan pada mata kuliah di perguruan tinggi selama ini sebenarnya sudah tersirat nilai nilai yang mendukung pendidikan anti korupsi.

Sosialisasi Penerapan SKPI bagi Mahasiswa STMIK Palangkaraya

Tingginya persaingan di dunia kerja mendorong semua institusi pendidikan tinggi untuk membekali lulusannya agar tidak tersingkir dalam berkompetisi mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu saat ini perguruan tinggi tidak hanya membekali lulusannya dengan ijazah saja namun saat lulus nanti, mereka juga akan mengantongi sertifikat profesi, demikian juga dengan STMIK Palangkaraya tidak mau ketinggalan dalam meluluskan mahasiswanya, lulusan STMIK Palangkaraya wajib memiliki sertifikat profesi yang sangat bermanfaat dalam mengikuti persaingan di dunia kerja. Untuk itu pada hari Sabtu tanggal 09 Maret 2019 STMIK Palangkaraya mengadakan kegiatan Sosialisasi Penerapan SKPI bagi Mahasiswa.

SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) sudah seharusnya diterapkan dan diberikan kepada lulusan semua perguruan tinggi tidak terkecuali STMIK Palangkaraya. Penerapan SKPI tersebut didasarkan pada ketentuan pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi.

Wisuda STMIK Palangkaraya

Senin, 19 November 2018 bertempat di Kahayan Ballroom Swiss-BelHotel Danum Palangka Raya STMIK Palangkaraya untuk yang kesekian kalinya kembali menyelenggarakan Wisuda Program Sarjana dan Program Diploma. Dalam kegiatan tersebut Ketua STMIK Palangkaraya mewisuda sebanyak 151 lulusan dari tiga program studi yang ada dengan rincian program studi Sistem Informasi sebanyak 87 mahasiswa, program studi Teknik Informatika sebanyak 50 mahasiswa dan program studi Manajemen Informatika sebanyak 14 mahasiswa.

Meskipun wisuda kali ini ada penurunan jumlah mahasiswa yang di wisuda jika dibandingkan dengan wisuda pada tahun sebelumnya, namun ada peningkatan kualitas lulusannya. Hal ini ditunjukan dengan lama studi mahasiswa dalam menyelesaikan studinya yang mampu menembus angka 3 tahun 9 bulan, demikian ungkap Ketua STMIK Palangkaraya dalam laporannya.

Dalam wisuda kali ini ada Hal yang membanggakan, yaitu dari 151 wisudawan yang dikukuhkan pada wisuda tersebut diantaranya ada sebanyak 35 lulusan yang berpredikat “Dengan Pujian” yang terdiri dari 22 lulusan program studi Sistem Informasi, 9 lulusan program studi Teknik Informatika, dan 4 lulusan program studi Manajemen Informatika.

Ketua STMIK Palangkaraya juga mengingatkan kepada para wisudawan bahwa “di luar sana persaingan dalam memperoleh pekerjaan sangatlah ketat karena itu perlu kita tanamkan konsep pada diri kita bahwa Ijazah hukumnya WAJIB, Akreditasi hukumnya PENTING, namun Kompetensi barulah KEREN. Karena hanya dengan cara tersebut mindset yang ada selama ini yaitu lulus kuliah harus menjadi pegawai negeri, yakin dapat kita ubah. Terlebih dengan kompetensi yang Saudara miliki saat ini, jangnkan memperoleh pekerjaan yang layak, menciptakan lapangan pekerjaan pun kami yakin PASTI BISA…! Oleh karena itu asahlah terus keterampilan dan kompetensi yang sudah ada karena di luar sana yang terlihat adalah Kompetensi yang kita miliki.

Apakah Ijasah yang Kita Miliki Sudah Terakreditasi…?

Artikel ini kami buat berkenaan dengan banyaknya pertanyaan pengunjung web STMIK Palangkaraya mengenai Akreditasi Ijasah yang mereka miliki  dan hal ini juga merupakan fakta yang ada di lapangan, terutama pada saat perekrutan pegawai khususnya ASN di berbagai institusi pemerintah baik pemerintah kota, provinsi maupun pusat. Semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan dan jadi perhatian serta warning bagi kita semua. Oleh karena itu kita sebagai warga masyarakat perlu mengetahui apa dan bagaimana akreditasi terkait dengan legalitas ijasah yang kita miliki, sebagai institusi pendidikan tinggi juga dapat dijadikan pedoman agar alumni yang dimiliki tidak mengantongi ijasah yang legalitasnya tidak diakui.

Pada saat penerimaan CPNS biasanya banyak warga masyarakat yang ingin mengikuti seleksi penerimaan CPNS tersebut namun dengan adanya berbagai peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh institusi terkait pada perekrutan pegawainya menjadikan tidak sedikit warga masyarakat yang menjadi “bingung” dengan salah satu persyaratan yang harus mereka penuhi.

Sesuai Ayat (1) Pasal 23 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 11 Tahun 2017, pada prinsipnya setiap warga Negara Indonesia (WNI) mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi PNS, sepanjang memenuhi 10 (sepuluh) persyaratan sebagai berikut:

UP3M STMIK Palangkaraya Adakan Pelatihan Penulisan Jurnal Internasional

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Palangkaraya melalui Unit Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (UP3M) bekerjasama dengan Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar pelatihan menulis artikel jurnal internasional selama dua hari. Pelatihan penulisan artikel dilaksanakan di Kampus Bebas Narkoba, STMIK Palangkaraya, Sabtu dan Minggu (10-11 Maret 2018) dengan pemateri Dr. Achmad Nizar Hidayanto, M.Kom.

Keberadaan artikel ilmiah pada jurnal internasional penting artinya dalam menunjang internasionalisasi perguruan tinggi. Semakin tinggi jumlah publikasinya, angka kredit dalam indikator penilaian pemeringkatan perguruan tinggi juga akan semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu peningkatan kemampuan dalam penulisan artikel dan jurnal bagi dosen khususnya dosen-dosen STMIK Palangkaraya.