OMB: Pancasila, Satu-Satunya Ideologi Bangsa

Di era saat ini, ada beberapa kalangan mensinyalir jika patriotisme generasi muda mengalami degradasi. Indikatornya adalah seringnya dijumpai generasi muda yang tidak paham sejarah bangsa, tidak memahami dasar dan lambang negara serta hal-hal lain.

Menyikapi hal tersebut, maka perlu ditempuh langkah kongkrit dan bijak untuk menjawabnya. Sebagaimana yang dilaksanakan STMIK Palangkaraya beberapa waktu yang lalu, tepatnya ketika penyelenggaraan kegiatan Outbound Manajemen Brainware (OMB) bagi mahasiswa baru.

Pada kegiatan itu juga diisi pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara. Bertindak selaku pemateri adalah Kapenrem 102/Pjg, Mayor Inf. Mahsun Abadi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapenrem menyempaikan materi dengan judul “Ideologi, nasionalisme dan karakter bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI”. “Hal yang paling krusial bagi kita sebagai bangsa yang majemuk adalah menjaga dan merawat kebhinekaan. Untuk menjadi kekuatan sebagai sebuah bangsa yang besar”, ujar Kapenrem.

“Oleh karena itu, mari kita¬† teguhkan tekad untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bagi bangsa dan negara kita, Indonesia”, sambungnya.

Selain itu, Kapenrem juga menekankan bahwa setelah berakhirnya perang dingin, perang karena ideologi telah kehilangan bentuk. Yang tersisa adalah perang lain yang dibungkus dengan ideologi. “Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda penerus bangsa jangan mudah terprovokasi dengan persoalan-persoalan yang dibungkus ideologi agama. Sebab hal itu yang akan memecah belah bangsa” tegasnya.

Diakhir penyampaian materi, Kapenrem mengajak seluruh mahasiswa yang mengikuti OMB untuk menancapkan cita-cita dan fokus untuk mewujudkannya, yaitu belajar tekun, kerja keras, pantang menyerah dan jalani hidup secara positif. Begitu juga sesuai aturan norma, baik agama maupun masyarakat.

Mewakili sivitas akademika STMIK Palangkaraya, Bapak Bayu Pratama Nugroho, S.Kom., MT., mengaku sangat berterimakasih dam memberikan penghargaan yang tinggi, atas pemberian materi wawasan kebangsaan dan bela negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *